Yakin Mau Gabung MLM Setelah Baca Curhatan Korbannya Ini?

Saya mulai curiga dengan lokasi rumah kost ini (jangan-jangan banyak penunggunya). Ternyata benar, didalam rumah kost berukuran 3x9m itu sudah ada
0
Yakin Mau Gabung MLM Setelah Baca Curhatan Korbannya Ini?
0 (0%) 0 votes
Multilevel-marketing

Mungkin sebagian dari anda ada yang pernah mendengar yang namanya bisnis Multi Level Marketing atau yang akrab disebut MLM. Atau bahkan pernah menjalankan bisnisnya? Buat anda yang pernah mendapat tawaran untuk bergabung sebaiknya jangan tergiur dan terburu-buru untuk langsung menerima tawaran tersebut.

 

Karena bisa jadi, bukan untung yang akan anda dapatkan namun justru kesengsaraan. Seperti kasus yang dialami seorang pemuda yang menjadi korban “manisnya” bisnis penipuan tersebut. Berikut kishanya.

 

 

 

MLM tak seindah yang dibayangkan

 

 

 

Foto-Yang-Buktikan-Bisnis-MLM-Tak-Seindah-Yang-DIbayangkan3Source: Sensitips

 

 

Ini adalah cerita saya saat pertama kali mendengar Bisnis QNET. 3 hari yang lalu saya mendapat tawaran kerja dari teman saya yang waktu itu berdomisili di Pekanbaru, Riau. Yang benar saja saya yang seorang operator warnet yang bepenghasilan rata-rata Rp.1.500.000/bln ditawari kerja di Perusahaan Telkom dengan gaji Rp.2.000.000 di masa training (Training di 3 bulan pertama).

 

Bagaimana tidak terkarik? selain iming-iming gaji tinggi, langsung interview dan pasti diterima. Pikiran saya waktu itu, ada baiknya saya terima tawaran tersebut. Karena kalau saya bisa melewati masa training itu pastilah penghasilan saya bisa melebihi angka Rp.2.000.000.

 

Saya meminta izin kepada Bos (pemilik warnet) supaya bisa memberikan ijin kepada saya untuk menjalani interview dan masa training kerja di Telkom Pekanbaru.

 

Setelah diberi ijin, sata mulai berkemas barang dan layaknya seorang perantau, saya meminta doa restu sembari memeluk kedua orangtua dan keluarga dekat dan kawan-kawan termasuk mantan pacar. Sore itu, sudah sah profesi saya sebagai seorang perantau.

 

Jam 08.30 pagi, sampailah saya di kota yang pernah menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) itu. Saya SMS teman saya karena sebelumnya dia berjanji akan menjemput saya pencucian Bus CV. Makmur (depan stadion utama).

 

Setengah jam saya menunggu, dia pun datang. Sebagai teman kecil yang berjumpa di kota orang, kami pun bersalaman disambung bercengkrama dalam perjalanan menuju rumah kost. Di halte Busway, saya sempat bertanya ke dia soal bidang pekerjaan yang dia jalani di PT. Telkom Indonesia. Dia jawab, posisi kerja dia saat ini dibagian pengecekan jaringan.

 

Setelah 1 kali transit Bus Trans Metro Pekanbaru (Busway Pekanbaru), kami tiba di gang depan rumah kost. Saya tidak menyangka, ternyata di sana ada 3 orang teman saya semasa SMA. Rasa rindu terpendam pun saya lepas dengan bersalam dan memeluk mereka. Tapi ada yang aneh. Mereka berlaku seperti “kucing lagi kenyang bertemu tulang ikan” tak ada tutur sapa seperti selama SMA dulu, kecuali teguran singkat dan tersenyum seperti orang baru kenal kemarin.

 

Saya mulai curiga dengan lokasi rumah kost ini (jangan-jangan banyak penunggunya). Ternyata benar, didalam rumah kost berukuran 3x9m itu sudah ada lebih dari 10 orang. Wah, PT. Telkom sedang mengadakan rekrutmen karyawan besar-besaran pikir saya.

 

Ternyata bukan hanya Telkom, di kamar kost sebelah juga ada banyak orang yang mendapat tawaran kerja di Perusahaan PT. Chevron dan dikamar kost sebelah lagi mendapat tawaran kerja sebagai buruh di Pabrik.

 

Setelah bersih-bersih, saya diajak teman saya sarapan dan berkeliling kota Pekan Baru bersama calon karyawan yang lain. Kami bolak-balik transit Bus Trans Metro, ke Mall, stadion utama, godain cewe-cewe, liat komunitas otomotif pekanbaru, Keliling lagi liat komunitas skateboard Pekanbaru, dan lain-lain.

 

Kami akhiri dengan duduk di taman Stadion Pekanbaru sambil makan sate Padang dan Jus Buah. Tak terasa sudah jam malam. Kami pun pulang menggunakan Jasa Busway Pekanbaru.

 

Jam 21.30 kami sampai di rumah kost. saya merasa ada yang tak beres soal kerja di PT. Telkom. Kenapa calon karyawan seperti saya kok dibuat kecapean dan seolah-olah itu semua sudah direncanakan.

 

Sedangkan orangtua saya bolak-balik menelepon bertanya kabar, dan bertanya soal kerjaan yang dijanjikan. Saya buang perasaan curiga tersebut, saya sambung dengan mandi dan mulai tidur nyenyak.

 

Masih jam 03.30, saya disuruh bangun oleh teman saya dan dia bilang hari ini saya akan interview. Walaupun baru bangun tidur, saya tau bahwa hari itu adalah Hari Minggu. Kantor swasta kecil dimana sih jam segini sudah buka. Kecurigaan sayapun bertambah besar malah saya semakin penasaran dengan kerjaan apa yang dia jalani selama ini di Pekanbaru.

 

Saya ikuti himbauan teman saya itu dan saya bergegas mandi dan memakai wangi-wangian tapi tak sempat sarapan pagi. Waktu memakai sepatu, badan saya seketika itu lemas karena kaos kaki yang saya pakai kemarin sudah tidak ada di dalam sepatu. Tapi saya tetap tegar dan mengambil kaos kaki cadangan yang sudah dipersiapkan di tas saat akan berangkat hari Malam Sabtu lalu.

 

10 menit perjalanan, kami sampai di lokasi tujuan. Saya berjalan santai dan mengikuti langkah teman saya yang berjalan didepan, dia membuka pintu rumah besar (tak mirip seperti kantor apapun). Huahuhauhuaahuahuahuah!!!! suara berdenging seperti suara di dalam Stadion kandang Barcelona waktu terjadi GOL.

 

Astaga! pikirku, ternyata kecurigaan saya benar bahwa saya tak akan pernah kerja di PT. Telkom. Didalam ruangan itu sudah ada sekitar 300 orang duduk berkumpul seperti sedang ada pesta di sana.

 

Tebakan saya, pagi ini pasti ada seminar disini. Setelah mendapat tempat duduk paling depan, teman saya meninggalkan saya sendiri bersama kerumunan orang yang tak pernah saya kenal. Setelah berkenalan dengan 4-5orang, saya sadar bahwa saya dan beberapa orang yang sedang duduk disini adalah korban penipuan.

 

Kelima orang yang baru saya kenal mengaku telah diiming-imingi bekerja di perusahaan besar tentunya dengan gaji yang besar seperti di PT. Chevron, PT. Telekomunikasi Indonesia, dan di Pabrik-Pabrik besar di Pekanbaru. Persis sepeti apa yang saya alami.

 

Setelah lama menunggu, tak terasa sudah jam 07.45 dan suasana pun mulai hening yang terdengar hanya suara audio Lagu Raisa dan video klipnya yang diputar melalui Proyektor yang terhubung ke laptop.

 

Sudah jam 08.15 pembawa acara pun muncul, lalu disambung dengan pengisi acara yang pamer harta kekayaan persis seperti video testimoni yang diputar sebelumnya. Mereka berbicara ini dan itu soal harta kekayaan seperti Mobil mewah, Rumah 1 Milyar, dan lain-lain. Ternyata ini Seminar mingguan yang diadakan oleh Perusahaan yang entah darimana asal-usulnya saya tidak pernah tau.

 

Pengisi acara tersebut menyampaikan bahwa Perusahaan ini sudah berkembang di ratusan negara di dunia. Bukan hanya itu, ada banyak hal lagi yang disampaikannya dan selalu diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah dari audiens (kecuali saya).

 

Akhirnya saya keluar setelah saya tahu bahwa perusahaan ini menawarkan program bisnis seperti SKEMA CEPAT KAYA. Nama perusahaan itu adalah QNET yang menawarkan produk…..entahlah saya tak tau itu produk apa, sebab dalam seminar itu, sang mentor tak pernah menyebutkan manfaat dari produk yang mereka pasarkan.

 

Yang paling diutamakan adalah cerita soal kekayaan, kekayaan, dan harta kekayaan. Saya berjalan keluar melewati kumpulan orang yang sedang melalukan kegiatan “antah-berantah” itu dan saya temui teman saya yang mengajak saya datang ketempat itu. Saya mengabarkan kekecewaan saya kepadanya, lalu saya ingin dia mengantarkan saya kembali ke rumah kost.

 

Saya tidak tau harus meminta pertanggung jawaban dari siapa, harus meminta ganti rugi kepada siapa dan mencari cara untuk mendapat ongkos pulang. Dan pasti saya akan pusing karena sudah tidak ada pekerjaan lagi karena saya sudah mengundurkan diri pekerjaan sebelumnya hanya karena tergiur bekerja di luar kota dengan penghasilan yang tinggi.

 

Saya sadar saya sudah tertipu, dan saya menghimbau kepada teman-teman untuk jangan lagi percaya kepada oknum anggota QNET. Saya sudah tertipu, dan saya berani mempertangungjawabkan apa yang saya tulis disini.

 

Dalam tulisan ini saya juga ingin berpesan kepada member di QNET agar hendaknya jujur menerangkan kepada calon Downline kalian soal sistem kerja disana. Jangan sekali-kali tipu sana tipu sini atau mengiming-imingi teman, kerabat, keluarga, dan orang sekitar dengan tujuan untuk membawa calon downline ke gelanggang presentasi. Itu namanya 378!!!

 

Jika awalnya kalian berbohong/melakukan Penipuan kepada calon member, bagaimana jika dia sudah bergabung dan menjadi downline kalian? mungkin akan kalian jadikan budak. Yaahh…May Be Yes…May Be No..

 

Source : Mulutburung

Hello Comment 77Sort by


user Anonim
2017/09/11 20:57

Sedikit sharing aja,, dulu pernah ikut qnet, ketipu sama kakak kelas dikampus,, awal lihat seminarnya emang waw bgt.. Duit ditebar2,, mobil mewah, motor gede bahkan diajak lihat rumah mewahny, sambil terus dihasut akirnya aku gabung, niat baik untuk membahagiakan orang malah jadi petaka.. 1 tahun gabung ga ada downline.. Mngkin udah ratusan org yg aku bohongi juga,, dan akirnya hidup luntang lantung,penuh mimpi dan hayalan, kuliah berantakan, dibenci orang,, dan akirnya berjuang 4 tahun bisa hidup normal lagi,

user Anonim
2017/08/01 00:41

Kalok aku nyampek brantem sama temen.tmen yg skarang di pekan baru.. aku dr lampung di tawarin kraja nyopir sama tmen ku itu kata dya positif ..aku langsung nyari ongkos skitar 700 rb dan udah nyampek di pkan baru ternyata aku di ajak gabung krja q.net bermodal 8jt 400 ..dan tetap aku tolak tp aku coba redam emosi dan ikut persentase pamer duit bla bla bla jangan mudah terpancing bos ini bisnis (kanibal) u.g.d utang gadae dol ..yg ujungnya bkin masalah

user Anonim
2017/04/18 09:03

Aku korban qnet.aku skrang stres n gila. Uangku n aset hilang gak sadar aku jual smua. Aku rang gak punya. Tambah gak punya . Aku cuma pasrah ma nasib aku

user Anonim
2016/06/25 21:17

Aku pernah ikut seminarnya. Pas presentasi malem banget sekitar jam 2 pagi. Biasalah pamer pamer harta gitu. Produknya liontin seharga 8jt waktu itu. Sistemnya kita beli produk trus kita cari member. Kalo udah dapet member yg bisa beli produk minim 3 orang. Baru dpet gaji 250us dolar perminggu. Yah untungnya waktu itu masih sekolah jadi cuma dengerin aja. Tetanggaku coba coba beli produk abis gitu ngilang sama duit duitnya

user Anonim
2016/06/24 21:30

Gue juga pernah ditawarin,, gue alhamdulilah punya private sendiri lah walaupun gak gede terus dia nanyaa2 pendapatan aku nah bilangnya mau sharing gt katanya pendapatan dia wawlah dibanding gue,, gue tipe orang yg kalau digituin banding2in cara orang sukses gak suka,, mau kaya kerja keraslah,, nah pas ketemu gue sama sekali gak nanya dia kesini pake apa,, eh dia bilang tuh mobil gue,, gue keluar kerjaan perawat sama diperusahaan gt (ada 2 orang) relain keluar gr2 bisnis ini.. bukan gue sombong ya.. gue ajah udah alhamdulillah ngajar 90menit minimal 65rb .. lah kalau kantor misal 3jt berarti seharian dikantor cuma 100 (hitungan gampang) ini dengan ala2 menghasut suruh ngajak gue,, lu tau cuma disiapin apa? AIR MINERAL UKURAN KECIL SAMA CIKI BUAT 3 ORANG.. ethh dah,, pake pamer2 buku tabungan 400jutaan..ujung2nya dikasih brosur ada oin bb gt. Gue balikin "sory deh,, gak buat saya, saya gak bodoh, saya punya cara sendiri untuk sukses" ..selesai...



Load more comment...
Load more all comment...

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori