Batal Promosi? Tetaplah Semangat! Ini Caranya (Bagian 1)

Kamu telah melakukan segalanya. Kamu ahli. Kamu percaya diri. Kamu pantas untuk satu kesempatan baik ini. Tapi bos bilang tidak. Gimana dong?
0
Batal Promosi? Tetaplah Semangat! Ini Caranya (Bagian 1)
0 (0%) 0 votes
batalpromosi1

Bayangkan, akhirnya terjadi juga: pekerjaan impianmu sekarang tersedia. Akhirnya, setelah sekian lama dan bertahun kamu menghabiskan semua aktivitas pekerjaanmu di sebuah kubikel kecil, bisa juga memberanikan diri untuk melangkah ke ruangan bos, melihatnya dan berkata, “Bos, saya bermaksud hendak dipertimbangkan untuk posisi ini.”

Oh ya, kamu memikirkan apa ketika melamar di kantormu sekarang?

Kamu memberikan bukti yang cukup bahwa kamu pantas karena sudah bekerja dengan baik. Kamu tak pernah kehilangan satu hari pun. Kamu sangat disukai, dan dihormati oleh banyak anggota tim.

Kamu memberikan bosmu statistik, seperti fakta bahwa dalam dua bulan, kamu berkontribusi lebih dari $50k untuk perusahaan. Kamu bekerja semaksimal mungkin. Kamu telah melakukan segalanya. Kamu ahli. Kamu percaya diri. Kamu pantas untuk satu kesempatan baik ini.

Kemudian, bosmu mengatakan bahwa dia akan menunjuk orang lain.

Tentu saja, pelamar lain juga berkualifikasi untuk posisi tersebut. Tetapi bagaimana denganmu? Bagaimana dengan shift larut malam itu? Bagaimana dengan semua dedikasi? Bagaimana saat kamu kehilangan acara pernikahan sepupumu karena seseorang menelepon agar kamu bisa menyesaikan salah satu pekerjaan di detik terakhir di akhir pekan?

Jadi, apa yang kamu lakukan? Menerimanya begitu saja? Itu satu pilihan. Berikut ini ada beberapa tips karir yang lebih baik.

 

 

 

get promoted
source: businessinsider.com

1. Jangan Baper

Ide baik: Cari pekerjaan lain.
Jika kamu tidak mendapatkan rekognisi yang layak kamu dapatkan atau secara terus-menerus ditolak bos, saatnya memperbarui CV.
Ide buruk: Katakan pada bos bahwa dia bodoh, tak berkualitas dan tampak dungu.

 

 

 

 


source: gettyimages

2. Jangan Jadi Murahan

Ide baik: Kamu menjadi lebih awas terhadap semua asetmu.
Mungkin kamu sangat ramah dan hal itu membantumu mendapatkan klien baru. Mungkin kamu ahli berhitung dan dapat menyelesaikan laporan statistik dalam waktu kurang dari sejam.
Apapun keahlianmu, hati-hati. Pahami bahwa nilai itu menempel pula pada organisasi.
Ide buruk: Jangan bawa segala kepemilikanmu atas apa yang sudah kaulakukan ke dalam aktivitas harian.
Bosmu bukan pembaca pikiran dan ironisnya, klien dan karyawan lain juga berhubungan dengannya.
Jangan berasumsi semua orang tahu apa yang kamu lakukan. Mereka tak seperhatian itu dan tak semua akan memberimu pujian.

 

 

 

 


source: iStockphoto.com

Bicara Kebutuhan, Bukan Keinginan

Ide baik: Jelaskan kamu pantas untuk posisi itu dan memberi contoh tanggung jawab. Jelaskan, mengacu pada pengalaman dan berapa tahun kamu di bidang itu, kamu percaya bahwa kamu bisa.
Jelaskan bahwa posisi itulah yang kamu harapkan untuk meningkatkan karir, dan beri alasan. Biarkan bos tahu bahwa karir masa depanmu sudah direncanakan dengan baik.
Ide buruk: Pergi ke ruangan bos dan berkata, “Saya ingin pekerjaan ini karena saya sudah berada di sini sangat lama dan saya berhak mendapatkannya.” Jangan lakukan.

Lihat tiga poin berikutnya di Bangkit Setelah Gagal Mendapat Promosi (Bag. 2) 

Diterjemahkan bebas dari http://elitedaily.com/life/boss-promotion-bounce-back/1316769/

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori