Biadab! Satpol PP Seret dan Ceburkan Nenek Tua ke Got!

0
Biadab! Satpol PP Seret dan Ceburkan Nenek Tua ke Got!
0 (0%) 0 votes
nenek diseret

Bagi masyarakat, Satpol PP kini telah menjelma menjadi momok yang amat menakutkan melebihi polisi dan tentara. tanpa surat penangkapan dan tanpa mekanisme yang jelas, mereka diijinkan untuk merampas, hingga memenjarakan pihak-pihak yang dianggap berlawanan .

 

Dalam menjalankan tugasnya, melalui peraturan pemerintah tahun 2010, Satpol PP diijinkan untuk mengunakan senjata. Hal ini tentunya menambah arogansi mereka dalam melakukan ketertiban umum.

Rakyat miskin pun kini menjadi obyek buruan satpol PP karena mereka dapat dengan mudah digusur atas nama ketertiban umum. Anggapan bahwa rakyat miskin adalah biang dari segala masalah menjadikan pemerintah memalui wajah kejam satpol PP melakukan pemberantasan si miskin dari muka bumi.

 

Lagi-lagi masyarakat dipertontonkan penggusuran brutal yang dilakukan oleh Satpol-PP terhadap rakyat kecil, ada pemandangan yang mengiris hati terjadi di Pasar Tradisional Delituan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

 

Pasalnya, seorang nenek tua diseret dan dimasukkan ke dalam got oleh petugas Satpol PP Deli Serdang.

 

Seperti dilansir tribun, Nenek yang bernama Rudang Bukit itu diseret dan dimasukan ke dalam got oleh petugas Satpol PP yang bernama Kasida Damanik. Akibat perlakuan tidak manusiawi itu, Nenek Rudang Bukit mengalami luka pada bagian lututnya dan bermandikan air got. Peristiwa memilukan ini terjadi sepekan lalu.

 

nenek rundang bukitSource: tribunnews.com

 

“Mereka enggak punya hati nurani. Aku diseret-seret sampai masuk parit. Aku cuma mencari makan di sini. Bagaimana kami rakyat kecil bisa hidup jika diperlakukan seperti ini. Aku diseret seperti bukan manusia,” ujar Rudang Bukit.

 

Tak hanya Nenek Rudang, Dua pedagang lainnya, Rosalina Kaban dan Vera Novianti,yang juga merupakan pedagang di Pasar Tradisionil Delitua, juga turut juga mengalami perlakuan kasar. Keduanya mengalami luka lebab setelah wajahnya ditinju Satpol PP.

 

“Sudah dari semalam mereka mau menggusur pajak. Hari ini aku ditinju petugas Satpol PP yang lupa kalau dia lahir dari perut perempuan,” kata Rosalina.

 

Penertiban pasar yang melibatkan anggota Koramil 15 DT dan Polsek Deli Tua ini dilakukan dengan alasan para pedagang menggelar barang dagangan di badan jalan sepanjang sekitar 300 meter sehingga menganggu ketertiban.

 

Menurut Kabid Penindakan Satpol PP Deli Serdang, Suryadi, ulah para pedagang membuat jalan macet.

 

“Biasalah penertiban untuk pedagang kaki lima yang nakal. Mereka juga sudah disediakan lokasi baru. Sebab, sasarannya pedagang yang berjualan di badan jalan, trotoar maupun di atas parit. Mereka jelas mengganggu ketertiban umum,” ungkapnya.

 

Anehnya Suryadi mengkalaim penertiban yang dilakukan pihaknya banyak membuat masyarakat senang.

 

“Dalam penertiban yang kami lakukan, masyarakat pasti banyak yang senang”

 

meski demikian ia tidak memungkiri jika dalam penertiban yang ia lakukan banyak pedagang yang marah dan kesal.

 

 

 

Satpol PP kini telah bergeser tugasnya menjadi penggusur kaum miskin diperkotaan, mereka tak lagi mengindahkan Hak asasi manusia dalam pekerjaannya.

 

Masih cukupkah alasan untuk mempertahankan keberadaan satpol PP saat ini? Masih relevankan keberadaan mereka? Setujukah kamu jika Satpol PP dibubarkan?

 

Bagikan kisah ini sebagai bukti kamu setuju Satpol PP dibubarkan. Dan ajak temanmu untuk ikut menjawab pertanyaan ini!

Hello Comment 2Sort by


user Anonim
2015/10/26 18:57

Satpol pp nya aja tuh yang di usir

user Anonim
2015/10/25 15:20

Berita tolol....kgak jlas..

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori