Benarkah Teroris Ini Mati Dalam Keadaan Tersenyum?

Seorang pelaku teror bom Sarinah, Thamrin tertangkap kamera tewas dengan keadaan tersenyum entah saat masih sekarat atau memang sudah tewas.
0
Benarkah Teroris Ini Mati Dalam Keadaan Tersenyum?
0 (0%) 0 votes
thumb-afif

Afif adalah seorang teroris bom Sarinah, Thamrin. Ia tewas dengan wajah tersenyum. Hingga kini masih belum diketahui apakah foto dirinya yang tersenyum itu masih sekarat atau memang sudah meninggal. Para pelaku ini beranggapan apa yang merka lakukan adalah bentuk ‘jihad’ sehingga mereka mengorbankan diri dengan melaakukan terror bom bunuh diri yang mereka anggap menjadi jalan untuk masuk ke surganya Allah.

 

Namun, kenyataan malah sebaliknya, seorang netizen bahkan berkata senyum itulah senyum terakhir ia di dunia sebelum akhirnya masuk ke neraka. Afif merupakan seorang dari 5 teroris Sarinah yang diklaim pihak kepolisian sebagai simpatisan Islamic State Iraq and Surian (ISIS) di Jalan MH Thamrin Jakarta, ia tewas setelah baku tembak dengan polisi.

 

Afif

 

senyum

 

Source: www.berantai.com

 

Salah satu pelaku yang berhasil tertangkap kamera saat mengeluarkan senjata dari dalam tas adalah Afif. Ia mengenakan kaos hitam dengan topi hitam berlambang ‘Nike’ serta menyandang ransel. Ia tertangkap kamera saat hendak menodongkan senjata. Ia pun tiba-tiba saja muncul dari kerumunan massa setelah ledakan terjadi di pos polisi. Ia mengenakan kaos hitam bertuliskan ASTJ di bagian dada. Polisi meletakkan tanda identifikasi 02 dibagian dadanya. Mungkin dimaksudkan sebagai pelaku ke-2.

 

Afif tewas dalam baku tembak dengan aparat kepolisian. Badrodin di Kompleks Mabes Polri mengatakan dalam Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri tidak asing dengan sosok Afif. Karena pada tahun 2010 lalu, Densus 88 pernah menangkap Afif di Aceh atas perkara pelatihan perang dan kepemilikan senjata. Hakim memvonisnya dengan hukuman penjara selama tujuh tahun.

 

Afif

 

bom

 

Source: medan.tribunnews.com

 

Pada hakikatnya, jihad memiliki banyak arti. Tak hanya berperang angkat senjata tapi seiring berjalannya waktu, jihad jadi banyak mengalami reduksi makna. Bagi yang memaknai jihad sebagai upaya bersungguh-sungguh dalam meniti jalan menuju Allah mungkin tidak akan menimbulkan masalah. Tapi yang menjadi masalah apabila bagi yang memaknai jihad sebagai usaha sungguh-sungguh mengangkat senjata dan ditujukan kepada umat selain Islam.

 

Seperti apa yang M. Quraish Shihab bilang lewat bukunya Wawasan Al-Qur’an yang menyatakan bahwa kata jihad diambil dari kata jahd yang memiliki arti ‘letih/sukar’. Jihad memang sulit dan menyebabkan keletihan.

 

Afif

 

afiffff

 

Source: megapolitan.kompas.com

 

“Ada juga yang berpendapat bahwa jihad berasal dari akar kata juhd yang berarti “kemampuan”. Lebih jelas lagi, dalam perspektif fikh Islam klasik, jihad dimaknai dengan berperang di jalan Allah,”

 

Dalam Fiks Sunnah, Sayyid Sabiq mengatakan bahwa jihad berarti meluangkan segala bentuk usaha dan berupaya sekuat tenaga serta menanggung segala kesulitan di dalam memerangi musuh dan menahan agresi.

 

“Sedangkan Wahbah Zuhaili [1985] mendefinisikan jihad sebagai upaya mencurahkan daya dan upaya dalam rangka memerangi orang kafir serta menghadapi mereka dengan jiwa, harta dan lisan,”

 

Tapi bagi muslim fanatik seperti ISIS arti kata Jihad dapat disalahpahami menjadi tidak mengenal prinsip-prinsip Din (agama) Islam sebagai Perang Suci (Holy War) yakni istilah untuk perang adalah Qital, bukan Jihad. Jihad sendiri dalam bentuk perang dilaksanakan apabila terjadi fitnah yang membahayakan eksistensi ummat.

 

Wah.. kalau begini, bagaimana menurutmu?

 

Source: www.berantai.com

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori