Benarkah Juri Asal Malaysia Curang di D’Academy Asia?

Yang menjadi kontroversi adalah Pak Ngah memberi nilai yang sangat rendah kepada Evy. Padahal ini sudah masuk Top 5
0
Benarkah Juri Asal Malaysia Curang di D’Academy Asia?
0 (0%) 0 votes
juri malaysia curang

Menurut penelitian (entah siapa yang melakukan) masyarakat Indonesia memiliki tingkat stress yang cukup tinggi, tingkat stress ini tentunya bukan tanpa sebab. Kecametan, kriminalitas, polusi, serta pengangguran masih menjadi penyebab utama munculnya rasa stress ini.

 

Tingkat stress ini berdampak pada kebutuhan masyarakat akan hiburan. Sudah barang tentu media hiburan yang paling banyak diminati masyarakat Indonesia adalah TV. Sebab segala bentuk hiburan yang disuguhkan di TV bersifat gratis alias tidak perlu bayar. Dengan hanya menekan tombol On masyarakat bisa sepuasnya menikmati acara yang disukai.

 

Salah satu acara TV yang kini laris manis digandrungi pemirsa setia Televisi adalah Dangdut Academy Asia atau yang akrab disebut D’Academy Asia yang ditanyangkan Stasiun TV Indosiar. Upaya Indosiar untuk melebarkan sayap penyelenggaraan kontes lagu-lagu dangdut, patut diapresiasi. Melalui musik dangdut paling tidak ajang ini lebih mengakrabkan ke empat negara peserta.

 

 

Evy mendapat nilai terendah

 

 

Evi-dan-Pak-NgahSource: Beritabulukumba

 

 

Tak terasa, ajang D’Academy Asia kini telah memasuki babak top 5. Menyisakan 5 peserta, persaingan mengerucut menjadi Indonesia melawan Malaysia. Seperti diketahui, para kontestan dari dua negara lain yakni Brunei Darussalam dan Singapura telah terlebih dulu tersisih.

 

Dalam babak top 5, Indonesia mengirimkan tiga wakilnya. Mereka adalah Lesti, Danang dan Evy Masamba. Sementara Malaysia diperkuat oleh Fitri Hiswady dan Shiha Zikir, dua biduan yang kualitasnya jauh dibawah peserta dari Indonesia.

 

 

Pak Ngah senang Malaysia masuk Top 4

 

 

Evi-dan-Pak-NgahSource: Instagram

 

 

Di ajang D’Academy Asia Indosiar semalam akhirnya memutuskan Evy Masamba asal Indonesia yang Tersenggol di babak Top 5 Dangdut Academy Asia. Namun, keluarnya Evy ini menuai berbagai kritikan. Pasalnya juri asal Malaysia, Pak Ngah dianggap tidak obyektif dalam memberikan nilai, khususnya kepada peserta asal Indonesia.

 

Yang menjadi kontroversi adalah Pak Ngah memberi nilai yang sangat rendah kepada Evy. Padahal ini sudah masuk Top 5. Oleh Pak Ngah Evy hanya diberi nilai 80, sementara dua peserta asal Mayasia Shiha dan Fitri diberi nilai sangat tinggi yaitu 92. Pak Ngah berdalih Evy dianggap masih bernyanyi seperti kontes dangdut Indonesia, bukan level Asia.

 

Hal ini pun menuai kecurigaan banyak kalangan terasuk netizen yang menilai bahwa Pak Ngah ingin menyelamatkan peserta dari negaranya agar lolos menjadi juara di ajang tersebut. Padahal seperti diketahui kualitas peserta asal Malaysia jauh dibawah peserta Indonesia.

 

 

Netizen kecam ulah tengil Pak Ngah

 

 

Evi-dan-Pak-NgahSource: Instagram

 

 

Kecurigaan ini bukan tanpa alasan, hal ini terbukti setelah dalam akun Instagram miliknya Pak Ngah menunjukan kesenangannya karena peserta Malaysia masuk ke tahap selanjutnya. Alhasil, Pak Ngah beserta kedua peserta asal Malaysia pun mendapat hujatan dari penduduk jagat maya yang tidak suka dengan kelakuan orang Malaysia yang diwakili Pak Ngah.

 

Tak hanya kali ini Juri asal Malaysia berbuat curang, setelah sebelumnya, Pak Ngah juga memberi Irwan dengan nilai 80 yang akhirnya membuat Irwan harus jatuh tersenggol. Kecurangan yang dilakukan Juri Malaysia juga membuat para komentator binggung. Hal ini terlihat jelas pada raut muka Soimah dan Fakhrul Razi yang tampak tak percaya Evy mendapat nilai rendah jauh dibawh Shiha dan Fitri.

 

Dalam acara kompetisi D’Academy Asia penjurian dilakukan oleh 4 orang yang katanya ahli dibidang musik yang berasal dari keempat negara peserta, yaitu Indonesia, Singapura, Brunai dan Malaysia. Selain juri ada juga sejumlah komentator dari keempat negara, yang berhadapan langsung dengan para peserta. Mereka diminta untuk mengomentari para peserta dari berbagai segi mulai teknik menyanyi sampai penguasaan panggung dan busana.

 

Jika kecurigaan netizen kepada Pak Ngah benar adanya, sungguh sangat disayangkan sikap orang Malaysia yang satu ini. Kompetisi yang pada mulanya bertujuan untuk mempererat hubungan antar negara harus dinodai dengan ulah tengil juri Malaysia yang tidak bersikap sportif.

 

Majulah Indonesia, Majulah Musik Dangdut Asli Indonesia…

 

Bagaimana menurutmu?

 

Mari share dan jangan lupa berikan komentarmu secara obyektif.

 

 

Source : Terpelajar

Hello Comment 3Sort by


user Anonim
2016/03/05 13:14

Kalau saya menjadi Evi pasti saya sudah komplen mengapa Pak Ngah memberi nilai Evi rendah?
Kalau saya menjadi Pak Ngah pasti saya akan memberi nilai Evi 89%
EVI SEMANGAT

user Anonim
2016/02/28 12:16

parah pak ngahh

user Anonim
2016/02/21 01:19

!S!WCRTESTTEXTAREA000000!E!

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori