Benarkah Bom Sarinah Adalah Perubahan Strategi ISIS?

Kepala Poldaa Metro Jaya membeberkan bahwa pelaku teror bom Sarinah, Jalan MH Thamrin tengah megincar dua hal.
0
Benarkah Bom Sarinah Adalah Perubahan Strategi ISIS?
0 (0%) 0 votes
thumb-isisasia

Inspektur Jenderal Tito Karnavian, Kepala Polda Metro Jaya membeberkan bahwa pelaku terror bom Sarinah tengah mengincar dua hal dalam kekerasan yang menewaskan dua orang dan lima pelaku.

 

“Satu, kepolisian, dua simbol barat. Otomatis simbol barat karena ini perang ISIS lawan barat.”

 

Menurut keterangan Tito, kejadian pertama pada pukul 10.55 WIB diawali dengan serangan di Starbucks. Kala itu, seorang pelaku masuk ke Starbucks dan meledakkan bom bunuh diri. Akhirnya, para pengunjung pun berhamburan panik keluar ruangan dan ternyata bagai berada di film action, dua orang pelaku sudah menunggu di depan dan menembak pengunjung.

 

Kepolisian

 

teror

 

Source: international.sindonews.com

 

Lalu, tim kedua yang berjaga itu pun menyerang pos polisi di seberang Sarinah. Pelaku pun meninggal dunia dan seorang polisi terluka parah. Tak elak, baku tembak antara polisi dan pelaku pun terjadi. Empat polisi dari Kepolisian Sektor Jakarta Pusat pun tertembak dan dua pelaku mati. Sekitar 20 menit sesudah itu, keadaan pun berhasil kembali dikuasai polisi.

 

Akhirnya polisi pun mengamankan dan menyisir gedung sekitar Starbucks termasuk gedung Jaya dan Djakarta Theater. Kala itu polisi menemukan enam bom kecil serta granat tangan rakitan dan juga satu bom besar sekaligus senjata api yang sudah disita.

 

Kejadian di Sarinah

 

sarinah

 

Source: metro.sindonews.com

 

Tito juga menyebutkan kalau tokoh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) asal Indonesia Bahrun Na’im sebagai otak terror bom sarinah. Kejadian itu pun menewaskan dua orang dan lima pelaku.

 

Pada tahun 2011 lalu, Tito mengatakan kalau Bahrun Na’im pernah ditangkap karena kasus peluru. Lalu kemudian pada tahun 2014 ia bebas dan langsung berangkat ke Suriah bergabung dengan Raqaa.

 

“Dia ingin membentuk khatibah nusantara, yang meliputi Asia Tenggara sehingga dia ingin rancang serangan di Indonesia sehingga dikatakan sebagai pemimpin,”

 

Bahrun Naim

 

naim

 

Source: international.sindonews.com

 

Saat ini, Na’im berada di Raqaa. Namun, Tito mengatakan Na’im sengaja melakukan serangan ini untuk menambah poinnya di mata pimpinan ISIS internasional karena ingin menjadi pemimpin ISIS Asia Tenggara.

 

Na’im memiliki rival, yakni pimpinan ISIS Filipina Utara yang juga ingin memimpin ISIS Asia Tenggara.

 

“Jadi serangan ini dirancang untuk mendapatkan kredit dari pimpinan ISIS,”

 

Tak hanya itu, Tito juga mengatakan bahwa serangan di Jakarta juga karena adanya perubahan strategi operasi ISIS yang dulunya hanya menyerang Suriah dan Irak. Kini, pimpinan ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi mengubah strategi dengan melakukan operasi terror untuk seluruh dunia termasuk di Asia Tenggara. Jaringan ISIS di Asia Tenggara itu mencakup Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

 

Waduh.. Bagaimana menurutmu?

 

Source: nasional.tempo.co

Hello Comment 1Sort by


user Anonim
2016/01/15 21:13

Saya cuma merasa hairan, sdh segitu bnyk data ttg ISIS dan peristiwa teror yg melibatkan orang Islam radikal dgn paham jihadnya, namun masih bnyk pula yg alergi thd kenyataan kni. Mrk dgn emosional membantah bhw pelaku teror bukanlah Islam. Mereka tdk bisa membedakan Islam sbg roh dan ajaran agama, dengan Islam sbg ummat/pemeluk agama. Islam sbg roh dan semangat ajarannya pastilah senantiasa baik, penuh perdamaian, dan rahmat sekalian alam, akan tetapi dari aspek penganutnya, disinilah letak akar persoalannya. Ummat Islam bnyk yg salah memahami ajaran Islam sendiri. Mrk menganggap bunuh diri, dan berjihad itu akan mendapatkan pahala sorga diakhirat kelak. Doktrin ini begitu kuatnya pd diri mrk, shg mrk gampang dipengaruhi/diperalat oleh org2 yg punya kepentingan politik tertentu, yg sebetulnya bukan lagi berkaitan dgn issu agama.
Dan sebenarnya yg paling diharapkan adlh peran para ulama sendiri, utk bisa meluruskan kembali pemahaman yg sdh keliru ttg jihad khususnya. Ulama harus punya kesatuan pandang dan paham ttg ajaran agama, jangan ada pertikaian2 pendapat, yg mudah membuat Islam jadi terkoyak koyak...!

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori