Belasan Dokter Tangani Bocah Obesitas Karawang!

Saking luar biasanya si bocah sampai seantero Indonesia jadi kenal dia dan banyak dokter ikutan nanganin biar Arya bisa langsing. Kamu jangan iri ya!
0
Belasan Dokter Tangani Bocah Obesitas Karawang!
0 (0%) 0 votes
Arya bocah obesitas 50 kg

Arya Permana (10) yang sedari dulu tak pernah ditangani kondisinya hingga tuntas kini ditangani tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Arya sendiri didiagnosa dengan obesitas yang sangat berlebih.

 

 

Adapun kepala tim dokter yang menangani Arya, dr Julistyo TB Djaisn SpA(K) menerangkan, Arya punya tinggi badan 147 cm sehingga berat badan idealnya adalah di bawah 50 kilogram.

 

 

“Saat ini beratnya 189,5 kg. Pasien menderita severe obesity,” ujar Julistyo seusai konferensi pers di RSHS, Senin (11/7/2016).

Source: regional.kompas.com

 

 

Disebut bila 13 dokter spesialis akan turun tangan untuk menurunkan berat badan Arya. Ketigabelas dokter itu antara lain ialah spesialis gizi, anak, tumbuh kembang, kejiwaan, dan ortopedi.

 

 

Pula bukan pertama kali Arya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin. Dulu bocah gembrot itu pernah berobat ke poli gizi RSHS 11 Juni 2015 dan 18 Juni 2015.

 

 

Setelah menyelesaikan sesi pemeriksaan, pasien meminta pulang untuk mengurus BPJS dan baru kembali ke RSHS pada 2 Juli 2016.

 

 

Obesitas Akut

 

 

Tahun lalu, berat Arya masih 100 kg. Ketika dicek mengapa Arya bisa seperti itu ditemukan bahwa asupannya berlebih. Jika normalnya konsumsi hanya2.300 kalori per hari, Arya melahap hingga 3 x lipatnya yaitu 6.500-6.800 per hari.

 

 

“Sebelum Lebaran, di sini (RSHS) dua hari. Dari awal masuk 189 kg, turun jadi 186 kg,” kata Arya.

Source: regional.kompas.com

 

 

 

Tapi berhubung Lebaran, pasien meminta kembali ke rumah dan sementara perawatannya pun dihentikan.  “Dan tadi ditimbang, berat badannya jadi 189,5 kg,” ujarnya.

 

 

Julistyo menyimpulkan jika pola makan Arya bermasalah. Pun untungnya si bocah belum terkena komplikasi apapun.

 

 

“Dari hasil pemeriksaan lab dan fisik, tidak ada komplikasi penyakit yang diakibatkan kegemukannya,” ucapnya.

Source: regional.kompas.com

 

 

Ada yang Nggak Normal

 

 

Normalnya sinyal kenyang akan diproduksi tubuh ketika makan. Itulah juga yang akan diteliti tim dokter, selain pemberlakuan pola makan khusus diet dan olahraga untuk membantu percepatan turun berat badan.

 

 

“Kami mencari etiologi kelainan genetikanya juga,” ucapnya.

Source: regional.kompas.com

 

 

Selain itu Direktur Utama RSHS Ayi Djembarsari menjelaskan, pasien dirawat inap karena beberapa alasan. Pertama, untuk memudahkan akses terhadap pasien. Kedua, program penurunan berat badan dalam waktu singkat harus mendapat pengawasan ketat agar berjalan benar.

 

 

Karena hal itu lah tim dokter akan mengawasi setiap proses yang dilakukan dalam program penurunan berat badannya.

 

 

“Ini kasus menarik, pelajaran berharga pada kami dalam penanganan obesitas terhadap anak,” ujarnya.

Source: regional.kompas.com

 

 

 

sumber: Kompas 

 

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori