Surat Niluh Djelantik Yang Protes Pajak Barang Mewah

0
Surat Niluh Djelantik Yang Protes Pajak Barang Mewah
0 (0%) 0 votes
11350413_10153951613193012_5115288127193193337_n

Pemerintah kembali membuat sebuah kebijakan kontroversial dengan menghapuskan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). Pemerintah dituding akan mematikan industri kreatif dalam negeri atas kebijakan ini.

 

Dalam hal ini yang diuntungkan adalah pengusaha dan importir barang mewah yang memang selama ini mendesak pemerintah agar bisa memasukan barang impor mereka bebas pajak ke pasar Indonesia. Di sisi lain, industri kreatif dalam negeri mengeluh dengan tingginya harga bahan baku untuk membuat barang barang mereka.

 

“Selama ini arloji, tas, sepatu mewah banyak yang tidak lapor. Dengan kebijakan ini, kami bisa kejar tokonya untuk dapatkan PPN. Jadi dikompensasi dari kenaikan PPN, sehingga tidak ada potensial lost-nya,”

 

Salah satunya adalah Niluh Djelantik seorang pengusaha sepatu dalam negeri yang sering dipakai oleh selebritas terkenal dunia. Niluh Djelantik adalah salah satu pelaku industri kreatif yang menyesalkan keputusan dan kebijakan pemerintah ini.

 

Beliau ini bahkan menuliskan surat terbuka kepada pemerintahan sekarang

 

11427179_10153962378448012_684052962836096125_n
Source: https://www.facebook.com/niluhdjelantik/posts/10153967279038012

 

Kepada Bapak atau Ibu Menteri yang terkait :

 

Menanggapi keputusan Menteri yang membebaskan pajak barang mewah untuk beberapa jenis komoditi, salah satunya adalah fashion dengan brand-brand terkenal seperti Gucci, LV, Hermès dsb.

 

Dengarkan masukan dari saya ya Pak, saya senang dengan keputusan ini berarti akan meningkatkan daya beli masyarakat yang sudah menurun, tapi Bapak sadar atau tidak jika dalam jangka panjang akan menghancurkan UKM di Indonesia jika keputusan tersebut tidak disertai dengan keputusan yang juga membantu para UKM dalam meningkatkan kualitas produk mereka.

 

Jika Bapak dan Ibu mengeluarkan keputusan seperti diatas, tolong juga agar Bapak atau Ibu Menteri bisa meminimalkan pajak dari bahan dan material pembuatan baju, sepatu, dan komponen-komponen pendukung yang memang masih HARUS kami impor dikarenakan belum tersedianya komponen-komponen dengan kualifikasi standar Internasional. UKM digaungkan harus GO Internasional, harus bisa mengembangkan usaha dan menjadi sebuah brand yang dibanggakan tapi apa dukungan kalian selama ini pada kami ?
Kami masih harus membayar bea masuk dan pajak yang sangat tinggi yang membuat komponen tersebut menjadi 3 kali lipat harganya dibandingkan dengan brand Eropa yang notabene menggunakan komponen lokal mereka dan tentunya tidak bayar bea masuk dan pajak impor.

 

Satu contoh ya Pak, satu pasang heel impor dari Italy harganya menjadi lebih dari 200 ribu satu pasang tidak termasuk tutupnya.

 

Bagaimana mau mensejahterakan rakyat ?

 

Saya bangga menjadi bagian dari usaha kami, menjadi ibu dari tim yang sudah lebih dari 12 tahun menemani langkah saya. Ditengah hantaman krisis yang tak berkesudahan, harga sewa meningkat belasan kali lipat, biaya bahan baku yang melonjak tajam dengan hancurnya nilai tukar rupiah, saya bangga karena merekalah yang menemani saya, menorehkan hasil karya tangan mereka dan menciptakan sepatu-sepatu indah yang diakui dunia internasional dan kami sangat bersyukur didukung oleh para pelanggan setia yang mengerti arti kualitas dan mencintai hasil karya anak bangsa.

 

Dan dapat saya katakan bahwa perjuangan kami adalah tanpa bantuan dan peran langsung dari kalian, Bapak dan Ibu pengambil keputusan yang saya hormati.

 

Kami masih berdiri disini, jatuh dan bangun kami tetap berpegangan tangan dengan erat, karena ini adalah cinta kami. Tapi bagaimana dengan usaha-usaha yang lain ? yang terpaksa harus tutup karena tidak mampu membayar sewa toko, yang tidak mampu bersaing dengan produk sejenis yang lebih dicintai karena brand mereka dan gengsi tinggi menjinjing produk bermerek asing.

 

Apakah Bapak dan Ibu mengerti arti dari hand-made creation yang sebenarnya ?

 

Setiap proses yang melibatkan tangan-tangan manusia dengan bantuan minimal dari mesin ?

 

Apakah Bapak dan Ibu menginginkan kami memperlakukan mereka sebagai buruh tanpa menghargai hasil karya mereka ?

 

Mereka bukan buruh Pak, mereka adalah orang-orang dengan bakat dan dedikasi tinggi pada profesi mereka dan sudah seharusnya kami hargai, bukan hanya dengan uang semata namun juga memperhatikan kesejahteraan mereka.

 

Negara-negara diluar sana saja mengenakan pajak yang tinggi jika kami mengekspor hasil karya kami ke negara mereka, untuk melindungi industri lokal mereka. Belum lagi dengan ongkos pengiriman yang super mahal, yang menjadikan hasil karya lokal susah bersaing dengan brand eropa yang notabene sudah lebih dulu ada, dibuat dinegara mereka sendiri, dan sangat didukung oleh pemerintahannya.

 

Disini malah kebalikannya….disitu saya merasa sedih Bapak dan Ibu yang saya hormati.

 

Mohon agar berpikir dengan matang, jangan hantam kromo jika bikin peraturan Pak. Pikirkan ada 250 juta orang di negara ini, dengan jumlah UKM puluhan juta dan anda adalah pelayan mereka yang harus memastikan mereka bisa menjalankan usahanya dengan baik, menjadi usaha yang berkembang, punya integritas, profitable, menghasilkan hasil karya berkualitas dan berdaya saing tinggi, disaat yang sama mereka mampu mensejahterakan karyawan mereka dan tentunya juga meningkatkan taraf hidup mereka. Bukankah itu cita-cita yang termaktub dalam pemerintahan anda-anda semua ?

 

Jadi saran saya jika anda tidak bisa membantu mereka, setidaknya janganlah melakukan hal, tindakan dan keputusan yang dapat menghancurkan mereka dan masa depan mereka.
Berpikirlah dengan rasional Bapak dan Ibu, jangan karena travel budget jalan-jalan keluar negeri dipotong dan tidak lagi bisa membeli barang-barang mewah tersebut di luar negeri maka anda membawanya kedalam negeri tanpa dikenakan pajak untuk bisa dinikmati segelintir orang yang notabene masih kebanyakan brand minded mentality. Anda ingin menyangkal ? Anda ingin mengatakan pada saya bahwa bukan itu alasannya ? Anda mau bilang pada saya keputusan itu untuk kepentingan rakyat banyak ? Mari kita bertemu muka dan saya akan menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi oleh UKM, oleh orang setanah air Bapak yang menjalankan usahanya dengan susah payah.

 

Jangankan menjadi tuan rumah dinegeri orang, menjadi tuan rumah di negeri sendiri saja perjuangan kami berat sekali, nah rumah yang sudah kami bangun belasan tahun dengan susah payah eh mau bapak runtuhkan aduhhhh

 

Brand-brand tersebut adalah global brand dengan modal milyaran dollar dan didukung oleh grup investor besar.

 

Sedangkan kami ? mau pinjam uang di Bank untuk keperluan produksi saja harus setengah mati memperjuangkan dan jika tidak memiliki kredibilitas tinggi dan jaminan aset, maka lupakanlah saja niat tersebut.

 

Ibarat anda memasukkan macan kedalam rumah kami namun anda tak memberikan kami perlindungan dan solusi apapun untuk menghadapinya.

 

*aduhhh kayaknya saya harus ngelamar jadi menteri saja deh biar usaha-usaha kecil di negara ini tidak korat karit dengan kebijaksanaan impulsive seperti ini gubraksssss, tapi menteri di Republik ND saja ya Pak, agar bisa adu pendapat dengan Anda kalau anda ngeyel dan gak sadar kalau keputusan anda bertolak belakang dengan Program Ekonomi Kreatif……

 

Source: https://www.facebook.com/niluhdjelantik/posts/10153967279038012

Hello Comment 4Sort by


user Anonim
2015/06/17 11:24

Hayooo kemaren milih siapa.........waktu pilppres.....yok nikmatin aja hasil pilihan kita hidup jokowi hidup jk ....matiin rakyatnya...wkwkwkwkwkwkwk.

user Anonim
2015/06/16 16:23

Semoga surat ini dibaca dan dipikirkan ya mbak ni luh.. #sedih sm kbijakan kali ini

user Anonim
2015/06/16 16:22

Kt akan menghadapi prdagangan bebas dunia.. belum siap sy rasa indonesia.. cb diperlicik sdkit kebijakannya shingga industri dalam negri kt msh bs bernapas..

user Anonim
2015/06/16 09:44

Mba cantikk ini aq suka...cantikk khas bali... tp waktu pencapresan 2014 kmaren, kyknya si mbak ini mndukung bgt beliau jd presiden yaaaa???trus gmn dooong...trnyata skrg kbijakan2 beliau byk yg ga pro rakyat.

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori