Pengamat: Aturan Tutup Warung Selama Ramadhan Menabrak Nilai Kemanusiaan

Riant juga menjelaskan bahwasanya dalam Pancasila, terdapat nilai-nilai yang substansinya menjamin kehidupan setiap warga Indonesia.
0
Pengamat: Aturan Tutup Warung Selama Ramadhan Menabrak Nilai Kemanusiaan
0 (0%) 0 votes
razia-warung

Riant Nugroho, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia menilai penerapan peraturan daerah yang digunakan pemerintah Kota Serang, Banten mengenai tutup paksa warung makan yang berjualan selama bulan Ramadhan bertentangan dengan Undang-Undang (UUD) 1945 dan Pancasila.

 

“Dalam kasus penutupan warung secara paksa apakah ada payung hukumnya? Ada (perda), apakah salah? Ya salah. Dikaitkan dengan undang-undang di atasnya dengan peraturan yang lebih tinggi, maka dia ini melakukan kesalahan,” kata Riant.

Source: nasional.kompas.com

 

Riant juga menjelaskan bahwasanya dalam Pancasila, terdapat nilai-nilai yang substansinya menjamin kehidupan setiap warga Indonesia. Lalu, nilai-nilai tersebut dijabarkan dalam bentuk dasar hukum negara Indonesia yakni UUD 1945.

 

Pancasila

 

pancasila
Source: sahabatmkaa.com

 

Berkenaan dengan kejadian di Serang, perda yang menjadi acuan untuk menutup rumah makan ini adalah perda mengenai ketertiban umum.

 

Lalu, dalam praktiknya kerap bersinggungan dengan nilai kemanusiaan yang tertuang dalam sila kedua Pacasila. Maka dari itulah, meski perda bersifat memaksa warga daerah. Namun, dalam penerapannya jangan sampai menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan.

 

“Hukum yang dijadikan sebagai alat memaksa itu tidak boleh melanggar nilai kemanusiaan. Kebijakan publik, baik di dalam perumusan hingga pelaksanaan itu tidak boleh melanggar sila dari Pancasila,” tutur dia.

Source: nasional.kompas.com

 

Saeni

 

saeni
Source: voa-islam.com

 

Sebelumnya telah diberitakan bahwa seorang ibu pemilik warung makan di Kota Serang, Banten bernama Saeni kerap menangis saat dagangannya disita apparat Satuan Polisi Pamongpraja Pemkot Serang.

 

Saeni dianggap melanggar aturan larangan warung yang buka siang hari di Bulan Suci Ramdhan. Meski sudah menangis sambal memohon kepada apparat agar dagangannya tidak diangkut, namun tangisan Saeni tidak dihiraukan. Apparat tetap mengangkut barang dagangannya.

 

Adapun Kepala Satpol PP Maman Lutfi mengatakan, warung tersebut kena razia karena buka siang hari dan melayani warga yang tidak puasa.

 

Saeni

 

ibu menangis
Source: kompas.com

 

“(Razia) warung nasi dan restoran di Kota Serang yang buka memberi makan pada orang yang tidak puasa,” kata Maman saat pimpin razia, Jumat.

Source: nasional.kompas.com

 

Semua petugas menertibkan puluhan warung makan yang buka di siang hari. Semua dagangannya disita. Sementara, beberapa pemilik warung beralasan tidak mengetahui ada imbauan larangan buka siang hari di bulan Ramadhan. Lalu, sebagian lagi tetap membuka warung karena butuh uang untuk menghadapi Lebaran.

 

Duh, bagaimana menurutmu?

 

Source: kompas.com

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori