Ini Alasan Gloria Diizinkan Jadi Petugas Penurunan Bendera Pusaka

Keputusan mengijinkan Gloria ikut menurunkan bendera ternyata berbuah kritik dari Yusril. Untuk menjawab kritikan tersebut Istana memberikan penjelasannya.
0
Ini Alasan Gloria Diizinkan Jadi Petugas Penurunan Bendera Pusaka
0 (0%) 0 votes
Pramono Anung

Menanggapi kritikan dari Yusril Ihza Mahendra, Sekretaris Kabinet Pramono Anung memberi penjelasan mengapa Istana merestui Gloria Natapradja Hamel bergabung dengan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas di upacara peringatan kemerdekaan di Istana Negara tahun ini.

 

 

Sebelumnya gadis asal Jawa Barat itu dianggap tidak berkewarganegaraan Indonesia lantaran memegang paspor Perancis. Ia lantas digugurkan dari satuan paskibraka upacara HUT Ke-71 RI.

 

 

Tapi untung bagi Gloria, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengijinkannya bertugas untuk upacara penurunan bendera selepas sore.

 

 

 

 

“Ada alasan mendasar, Gloria masih 16 tahun dan UU (No 12/2006) kita mengatur bahwa yang masih di bawah 18 tahun itu dia masih boleh memilih kewarganegaraan,” terang Pramono ketika ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan.

Source: nasional.kompas.com

 

 

Pramono sendiri mengakui jika terjadi kesalahan karena ayah dan ibu Gloria selama ini tidak mendaftarkan putrinya sebagai WNI. Kesalahan tersebut membuat Gloria dianggap sebagai warga negara Perancis.

 

 

Padahal,  jelasnya, undang-undang di Indonesia memberi kesempatan Gloria untuk memilih sebagai WNI.

 

 

“Ini kan bukan kesalahan Gloria, melihat nasionalisme Gloria, kecintaannya, keinginannya bagaimana dia tetap berharap,” ujar Pramono.

Source: nasional.kompas.com

 

 

Akibatnya, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla turut memberi perhatian khusus gadis yang fasih berbicara dalam beberapa bahasa asing itu.

 

 

Sang presiden dan wakilnya lantas meminta Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk mencari solusi bagi Gloria

 

 

“Gloria ini masih anak yang tumbuh, negara harus memberikan ruang untuk itu,” seloroh Pramono.

Source: nasional.kompas.com

 

 

Dikritik Yusril

 

 

 

 

Pula sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra yang mengaku sebagai pakar hukum tata negara mengkritik dasar hukum apa yang membuat Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi izin Gloria menjadi anggota Paskibraka.

 

 

“Presiden Jokowi dan Wapres JK harus menjelaskan apa dasar hukumnya keduanya membolehkan Gloria ikut menurunkan bendera, setelah Gloria bertemu keduanya di Istana pagi ini,” ucap Yusril dalam keterangan tertulisnya pada hari Rabu (17/8/2016).

Source: nasional.kompas.com

 

 

Ia berpendepat jika Gloria hanya korban dari kelalaian dan ketidakcermatan Menpora dalam rekrutmen anggota Paskibraka.

 

 

 

sumber: Kompas 

 

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori