16 Foto Eksekusi Mati Sadis Jaman Dahulu

Foto-foto eksekusi mati berikut di ambil dari berbagai jaman. Tiap foto pun menunjukkan cara yang kejam dalam menghabisi nyawa korban-korbannya.
0
16 Foto Eksekusi Mati Sadis Jaman Dahulu
0 (0%) 0 votes
Foto Eksekusi Mati header

Foto-foto eksekusi mati berikut merupakan foto-foto eksekusi mati yang kejam yang secara nyata pernah dilakukan oleh orang-orang di masa lalu. Ada yang menggunakan perangkat khusus, hewan, hingga dengan keahlian pisau semata.

 

 

16. Ditembak Meriam

 

 

Kemajuan senjata api nggak cuma memungkinkan kita buat mengeksekusi mati orang hanya dengan cara ditembak pistol. Seperti yang terlihat di foto eksekusi mati ini, orang jaman dulu pernah dapat ide eksekusi mati langsung di corong sebuah meriam!

 

“Ketika meriam ditembakkan, kepalanya melesat ke udara hingga sekitar 40 atau 50 kaki; tangan dan kaki melayang ke kiri dan ke kanan, tinggi mengudara, dan jatuh, kira-kira, sejauh seribu yard.” Begitu lah gambaran foto eksekusi yang sering dilakukan pada abad 16 hingga 17 oleh bangsa kolonial Eropa tersebut.

 

 

15. Dikerangkeng Sampai Mati

 

 

Pertama, korban eksekusi mati dimasukkan ke kerangkeng, yang biasanya juga dibuat sesempit mungkin sampai sulit bergerak. Kemudian kerangkeng tersebut akan digantung di muka umum sampai orang di dalamnya tewas, entah karena dehidrasi dan kelaparan atau karena stress tidak bisa garuk-garuk badan ketika gatal hehehe.

 

Biasa disebut “gibbeting” rupa eksekusi mati ini biasa dilakukan untuk menunjukkan tubuh membusuk atau lebih parah, seperti yang tampak di foto eksekusi mati, dari kriminal tersebut sebagai bentuk peringatan bagi orang-orang lain yang ingin melakukan tindak kriminal.

 

 

14. Dikuliti Hidup-Hidup

 

 

Bentuk eksekusi mati sadis ini biasanya hanya dilakukan oleh rezim yang paling gila dan haus darah. Salah satunya adalah bangsa Asiria kuno, yang sering melakukannya untuk para pemimpin pemberontakan. Kulit mereka pun dipajang di tembok-tembok kota sebagai peringatan kepada orang lain. Paling parah, mereka juga sering mempraktekkan menguliti anak-anak di depan orang tua mereka. Sadis sekali ya!

 

Kaum Aztec juga sempat suka dengan metode ini sebagai bagian dari ritual penuh haus darah mereka, meskipun mereka umumnya menunggu sampai korbannya telah mati lebih dahulu. Di abad ke-14 di Cina, dikatakan seorang kaisar bahkan pernah memerintahkan lebih dari 5.000 wanita untuk dikuliti!

 

 

13. Ditarik Sampai Putus

 

 

Merobek anggota tubuh merupakan metode populer lain dalam eksekusi mati. Metode ini melibatkan korban yang diikat pada lebih dari satu objek bergerak dan kemudian akan melaju ke arah yang berlawanan, dan merobek orang tersebut hingga terpisah. Foto eksekusi mati di atas menunjukkan cara klasik, merantai orang dan memakai empat kuda yang kemudian saling berjalan ke arah yang berlawanan. Hal ini sering tidak berjalan lancar dan kematian biasa berjalan sangat lamban dan amat, sangat menyakitkan. Hiiii!

 

 

12. Digergaji Hidup-Hidup

 

 

Teknik eksekusi mati ini memiliki beberapa versi juga, yang paling umum adalah pemenggalan, namun yang paling sadis datang dari Moroko. Korban eksekusi dibelah dari ujung kepala hingga selangkangan, atau bahkan dari atas ke bawah! Seram!

 

Untuk versi terbaliknya, orang yang dihukum sengaja digantung terbalik untuk alasan yang sangat spesifik, agar tidak langsung mati dari kehabisan darah!

 

 

11. Dada dan Dagu Ditusuk

 

 

Meskipun tampak sangat polos, alat satu ini tidak hanya efektif sebagai alat eksekusi mati perlahan tetapi juga untuk menyiksa.

 

Seperti yang Anda lihat pada gambar foto eksekusi mati di atas, garpu ini diikat di sekitar leher dan ke dasar tenggorokan. Korban pun akan ditinggal selama berhari-hari. Jika dia menggerakan kepalanya sedikit saja, maka garpu itu akan menusuh dagu dan dadanya. Efektif digunakan untuk jangka lama karena kedua ujung tidak menusuk organ vital, sehingga kemungkinan kehabisan darah sangat minim. Korban biasanya meninggal karena kurang tidur dan kelelahan.

 

 

10. Kepala Dipecah

 

 

Metode eksekusi mati jenis ini paling awalnya sekedar menjepit korban di antara sepasang papan dan menumpuk beban sebanyak-banyaknya di atas papan tersebut. Seperti yang tampak di foto eksekusi mati sebelah kiri.

 

Dengan kemajuan teknologi, datanglah jenis baru yang dirancang untuk menghancurkan orang dengan presisi tanpa ampun. Salah satunya yang terlihat di foto eksekusi mati sebelah kanan, penghancur kepala. Tengkorak korban akan remuk perlahan-lahan ketika mesin tersebut diputar.

 

 

9. Dicekik Sampai Mati

 

 

Korban dikunci ke sebuah kursi dengan punggung menempel ke permukaan datar atau batang logam. Kemudian lehernya diikat yang melekat pada engkol di belakang. Engkol pun diputar perlahan hingga leher korban hancur, mencekiknya sampai mati. Variasi dari metode ini termasuk tambahan paku atau pisau yang akan menembus tulang belakang.

 

Bangsa Spanyol lah yang pertama menyempurnakannya,  tapi metode ini cukup populer di banyak kebudayaan. Mesin ini terakhir digunakan pada tahun 1975, seorang mahasiswa dieksekusi mati menggunakan mesin ini tetapi ternyata kemudian dinyatakan tidak bersalah.

 

 

8. Ditarik (Lagi) Sampai Mati

 

 

Rak satu ini populer di seluruh Eropa pada Abad Pertengahan. Kaki dan tangan korban diikat di ujung mesin kemudian tekanan yang diterapkan akan melepas tulang-tulang korban, bahkan bisa sampai merobek anggota tubuhnya.

 

Mesin ini diperkenalkan di Inggris pada tahun 1447 oleh Duke of Exeter dan akhirnya dilarang digunakan pada tahun 1628. Variasinya termasuk penggunaan rol berduri. Duri-duri tersebut akan menancap ke punggung korban ketika digunakan.

 

 

7. Dibelah Hidup-Hidup

 

 

Salah satu perangkat eksekusi mati yang populer selama Inkuisisi Spanyol. Korban yang sudah ditelanjangi diletakkan mengangkang di atas aparat kuda-kudaan kayu seperti yang terlihat di foto eksekusi mati di atas. Setelah itu, korban akan diberikan berbagai macam pemberat di kakinya hingga ujung tajam kuda segitiga itu mengiris tubuh korban.

 

 

6. Diinjak-Injak Hewan Buas

 

 

Metode eksekusi mati ini paling populer di daerah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Gajah dilatih untuk menginjak-injak dan menghancurkan orang, dan metode ini sudah dilakukan sejak abad ke 4 SM hingga abad 20. Hmm, di Indonesia sempat dipraktekan nggak ya?

 

Para gajah bahkan juga dilatih untuk memperpanjang penderitaan dengan melempar-lempar korban atau dengan menghancurkan anggota tubuh lain. Praktek ini terutama umum di India dan menghilang dengan invasi Asia dengan Eropa. Kaum Roma dan Kartago juga mengadopsi cara ini untuk berurusan dengan tentara yang memberontak.

 

 

5. Dimakan Hewan Buas Hidup-Hidup

 

 

Cara populer lain yang melibatkan hewan. Keuntungannya sepertinya cukup jelas ya; tidak perlu senjata, bisa jadi tontonan, dan sisa-sisa tubuh juga mudah dibersihkan. Bentuk eksekusi bisa mengambil banyak bentuk dan benar-benar mendorong pemikiran imajinatif.

 

Paling sederhananya melempar seseorang ke kandang hewan buas. Anjing, serigala atau mungkin sesuatu yang sedikit lebih eksotis seperti ular bisa digunakan. Dan orang-orang Roma yang menmbawanya tingkat berikutnya dan mengubahnya menjadi semacam olahraga. Sementara cara yang paling sadis adalah melumuri korban dengan madu, hingga mereka dimakan atau disengat sampai mati oleh serangga.

 

 

4. Direbus Hidup-Hidup

 

 

Awal teknik ini pastinya sederhana saja, memanggang korban di tiang pancang layaknya memanggang daging biasa. Kemudian teknik eksekusi mati ini pun berevolusi, direbus hidup-hidup. Sebuah versi lebih imajinatifnya bahkan menggunakan minyak panas. Aduh, bunuh orang udah kayak goreng lele aja ya!

 

 

3. Usus Ditarik Keluar Dari Perut

 

 

Korban yang masih sadar diikat ke meja, di mana sayatan dibuat cukup lebar dibuat di perutnya agar tangan bisa masuk. Kemudian ususnya pun diikatkan ke sebuah engkol. Perlahan-lahan, engkol akan menarik keluar usus, inci demi inci.

 

Walau digunakan untuk mengumpulkan informasi, begitu proses dimulai, tidak ada ada gunanya berhenti; tidak ada pernah selamat dari mesin eksekusi mati yang satu ini. Orang selalu meninggal dari kombinasi rasa sakit yang hebat dan kehabisan darah.

 

 

2. Dipanggang Hidup-Hidup

 

 

Biasa juga disebut sebagai Banteng Kuningan atau Banteng Sisilia, mesin eksekusi mati ini dibuat oleh Yunani Kuno. Korban dimasukkan ke dalam banteng dan api panas di bawahnya akan secara perlahan memasak korban. Suara teriakan korban dan uap yang keluar dari mulut perangkat tersebut juga membuatnya bersuara bagai banteng.

 

 

1. Dimutilasi Sampai Mati

 

 

Bentuk penyiksaan dan eksekusi ini digunakan di Cina antara tahun 900 sampai dilarang pada tahun 1905. Dikenal sebagai lingchi, algojo akan memotong anggota tubuh korbannya perlahan-lahan selama mungkin. Dikatakan bahwa orang yang sedang dieksekusi sering diberikan opium. Namun, tidak jelas apakah ini digunakan untuk mengurangi rasa sakit atau cara untuk membuat korban tinggal sadar lebih lama. Bahkan foto eksekusi di atas tertangkap kamera belum lama ini, pada tahun 1905. Sadis sekali ya!

 

 

Seram sekali ya! Untung di masa sekarang, hal-hal semacam ini biasanya sudah dilarang dan separah-parahnya eksekusi mati dicari cara yang cepat dan tidak menyakitkan!

 

Sumber: planetdeadly.com

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori